
Daging sapi merupakan salah satu sumber protein terbaik. Sayangnya, daging sapi mudah busuk karena terkontaminasi oleh bakteri dan jamur. Sebab itulah, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri daging sapi yang baik.
Daging Sapi yang Baik, Tekstur Padat hingga Tidak Berlendir
Daging sapi yang masih segar atau sudah membusuk memiliki ciri-ciri yang bisa kita ketahui. Mulai dari tekstur, aroma, hingga warnanya. Supaya tidak salah pilih, berikut ini adalah ciri-ciri yang harus kita perhatikan sebelum membeli.

1. Tekstur Daging yang Padat
Daging sapi yang baik memiliki tekstur padat. Cobalah untuk menyentuh dan menekan permukaan dagingnya. Jika kita memberikan tekanan pada permukaan dagingnya, maka akan kembali seperti semula. Daging sapi berkualitas memiliki tekstur yang kenyal dan tidak lembek. Lain halnya dengan daging sapi yang sudah membusuk. Umumnya, memiliki tekstur yang lembek dan mudah hancur ketika kita tekan. Hal ini terjadi karena proses pembusukan yang dapat mengurai kepadatan daging.
2. Tidak Ada Bercak
Ciri-ciri selanjutnya, yakni tidak ada bercak. Daging sapi yang bagus terlihat lembab dan warna merahnya merata. Tidak ada noda asing pada permukaannya. Sedangkan daging sapi yang buruk kualitasnya terlihat lebih kusam. Bercak ini, bisa berwarna hitam atau putih. Bercak-bercak ini karena kontaminasi bakteri dan jamur.
3. Memiliki Aroma yang Segar
Daging sapi yang baik sudah barang tentu memiliki aroma segar. Ketika kita mencium aroma daging tersebut, tidak menyebabkan mual. Berbeda dengan daging yang sudah busuk. Biasanya, mengeluarkan aroma yang tidak sedap seperti bangkai. Bahkan, dari jarak yang jauh kita bisa mencium aroma busuknya. Jika daging diletakkan pada tempat yang terbuka, akan mengundang lalat.
4. Memiliki Warna yang Cerah
Selain tidak adanya bercak atau bintik, daging sapi yang berkualitas memiliki warna merah cerah, tidak pucat maupun kotor. Pada bagian lemaknya, memiliki tekstur yang lebih keras dan berwarna putih kekuningan. Terdapat serat-serat daging yang tampak halus.
Hati-hati dengan daging sapi yang berwarna hijau atau coklat kehijauan. Warna daging sapi seperti ini, menandakan jika daging sudah busuk. Ada baiknya segera kita buang karena sudah tidak layak dikonsumsi. Warna hijau pada daging sapi terjadi karena reaksi senyawa hydrogen sulfide. Senyawa ini dihasilkan oleh bakteri yang mengkontaminasi daging.
5. Tidak berlendir
Apabila ingin membeli daging sapi yang baik, sebaiknya cek permukaannya dengan cara disentuh atau ditekan. Jika daging mengeluarkan air dan berlendir, wajib berhati-hati karena daging sudah tidak layak. Namun, kita juga harus cermat dalam memperhatikan cairan yang keluar dari daging sapi. Beberapa daging sapi ketika kita tekan akan mengeluarkan cairan berwarna merah. Cairan tersebut bukanlah darah, akan tetapi protein dalam daging yang keluar ketika sudah terlalu lama terpapar udara luar.
Selain memperhatikan ciri-ciri tersebut, tak kalah penting untuk memperhatikan durasi penyimpanannya. Demi menjaga kualitas daging, ada baiknya tidak terlalu lama menyimpannya di dalam kulkas. Kemudian, tempatkan daging pada wadah yang tertutup. Atur suhu kulkas 0 sampai 4 derajat celcius untuk penyimpanan kurang lebih satu minggu. Pisahkan dengan makanan lain agar tidak bercampur yang berisiko menimbulkan bau kurang sedap pada lemari pendingin.
Melalui informasi ini, kini kita tidak bingung lagi untuk membedakan daging sapi yang baik dengan yang busuk. Semakin bagus kualitas dagingnya, semakin aman pula kita konsumsi. Begitu pula sebaliknya, daging yang sudah rusak rentan menyebabkan penyakit, terutama gangguan pencernaan.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai hewan ternak, khususnya hewan kurban, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.