Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik Sesuai Sunnah

jual sapi kurban bali bekasi jakarta bekasi bandung

Memilih hewan sapi atau kambing kurban yang baik sesuai sunnah adalah hal pertama yang harus diperhatikan setelah niat. Bagi kita selaku umat Islam, tentu saja hewan kurban kita harus yang terbaik yang sesuai dengan rukun dalam beribadah kurban sehingga kita ingin ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT. Selain itu kita juga hewan yang kita jadikan kurban dapat diterima oleh orang berhak yang menerimanya dengan puas dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan makan

Tentu saja memilih hewan kurban harus dengan sesuai dengan sunnah  Nabi Muhammad SAW. Hewan yang terbaik yang kita persembahkan kepada Allah SWT sebagai tanda keimanan dan kettaqwaan kita kepada-Nya. Oleh kareba itu sebaiknya hewan sapi kuban yang kita pilih adalah hewan yang gemuk, berwarna putih dan berharga Karena hal itulah yang biasa menjadi pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat kurban. Jadi semakin gemuk dan berharga tentu saja semakin utama dalam kurban.

Disebutkan dalam Bulughul Maram tentang hadits pada no. 1355 yang membahas tentang masalah penyembelihan hewan pada saat kurban

jual sapi kurban limousin bekasi jakarta bandung jabar banten 2020Diriwayatkan bahwa sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berkurban dengan dua gibas (domba jantan) putih yang bertanduk, lalu beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kedua kakinya di pipi kedua gibas tersebut (saat menyembelih). Dalam lafazh lain disebutkan bahwa beliau menyembelihnya dengan tangannya (Muttafaqun ‘alaih) . Dalam lafazh lain disebutkan, “Saminain, artinya dua gibas gemuk.” Dalam lafazh Abu ‘Awanah dalam kitab Shahihnya dengan lafazh, “Tsaminain, artinya  gibas yang istimewa (berharga).” Dalam lafazh Muslim disebutkan, saat menyembelih, beliau mengucapkan, “Bismillah wallahu akbar (artinya: dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar).” (HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)

Oleh karena maka kita dapat mengambil beberapa manfaat dari hadist tersebut yaitu :

1- Hadits di atas menunjukkan disyari’atkannya kurban dan dorongan untuk melakukannya. Karena ketaatan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan tidaklah khusus untuk beliau, namun hal itu dianjurkan pula pada umatnya. Para ulama tidak berselisih pendapat akan disyari’atkannya kurban. Mereka cuma berselisih pendapat apakah kurban itu wajib ataukah sunnah.

2- Kambing gibas (kabsy) adalah jenis kambing yang paling afdhol (paling utama). Namun dilihat dari hewan kurban, yang paling afdhol adalah unta, lalu sapi, kemudian kambing sebagaimana yang bisa dipetik dari hadits keutamaan shalat Jum’at.

3- Hewan jantan untuk kurban lebih afdhol dibanding hewan betina karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini menyembelih dengan gibas (domba jantan), ditambah daging jantan itu lebih thoyyib (lebih enak). Namun menyembelih kurban dengan hewan betina juga dibolehkan bahkan ada ijma’ (kata sepakat) ulama akan bolehnya.

4- Lebih afdhol berkurban dengan hewan bertanduk daripada yang tidak. Namun berkurban dengan yang tidak bertanduk juga tetap sah.

5- Ciri-ciri hewan yang terbaik untuk kurban adalah: (1) gemuk, (2) warna putih atau warna putih lebih mayoritas, (3) berharga.

6- Disyari’atkan mengucapkan bismillah dan takbir saat menyembelih hewan kurban, yaitu dengan mengucapkan, “Bismillah wallahu akbar.” Adapun mengucapkan “bismillah” itu wajib. Sedangkan mengucapkan “Allahu akbar” dihukumi sunnah.

7- Jika hewan ternak berupa kambing, maka hewan tersebut disembelih dengan cara dibaringkan. Karena itu lebih bersikap lemah lembut padanya. Penyembelih hendaklah meletakkan kaki kanan di pipi hewan kurban (di lehernya sebelah kanan), di mana hewan tersebut dibaringkan di sisi kiri.

8- Jika orang yang berkurban mampu menyembelih, maka hendaklah ia menyembelih dengan tangannya sendiri karena penyembelihan adalah suatu bentuk pendekatan diri pada Allah. Namun jika yang berkurban tidak bisa menyembelih dengan baik, hendaklah ia mewakilkan pada orang yang tahu cara penyembelihan yang sesuai tuntunan Islam. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah meminta ‘Ali bin Abi Tholib untuk mewakilkan beliau dalam penyembelihan kurban yang tersisa pada haji wada

Hanya Allah yang memberi taufik. Moga faedah yang singkat dari kajian Bulughul ini Marom bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian.

Referensi:

Minhatul ‘Allam fii Syarhi Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H, 9: 269-272.

jual sapi kurban limousin jakarta bekasi bogor tangeran bandung jabar banten 2020

Nah untuk lebih detilnya anda  bisa ikuti tips-tipsnya dibawah ini agar menjadi panduan saat akan memilih dan membeli hewan kurban

  1. Baik  dan Sehat Secara Fisik

Arti fisik disini adalah hewab kurban yang tidak dalam kondisi cacat. Jadi hewan kurban kita tidak dalam kondisi cacat seperti buta, sakit, pucat, kaki yang pincang, terlalu kurus hingga tidak memiliki sumsung tulang, dan lainnya.

Perlu diperhatikan juga kebersihan hewan kurban. Dengan bersih maka hewan kurban terhindar dari penyakit sehingga dapat dikategorikan sehat.

Nah jika sehat maka waspadai dengan tanda-tanda sakit pada hewan kurban seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.

Perlu diperhatikan juga selain sehat, perhatikan juga tubuhnya pun harus ideal, juga untuk sapi dan kerbau tulang punggung harus relatif rata, tanduknya seimbang, dan keempat kakinya simetris, serta tidak mengeluarkan cairan yang pada umumnya berwarna merah terang.

  1. Sudah Mencapai Usia Ideal

Masing-masing hewan kurban mempunyai usia yang ideal. Kalau kambing usia idealnya antara 12 – 18 bulan, sedangkan sapi antara 22 bulan dan unta 5 tahun.

Bagaimana memeriksa usia hewan kurban? Adapun caranya adalah dengan mengecek gigi hewan yaitu apabila gigi hewan tersebut telah tanggal. Jika kambing giginya tanggal maka kambing tersebut sudah  memasuki usia sekitar 12-18 bulan, apalabika sapi dan kerbau maka usianya sekitar 22 bulan.

Hewan kurban juga mengalami pergantian gigi seri depan dan bawah. Biasanya karakter gigi susu kecil dan runcing, sedangkan gigi tetap dari hasil pergantian adalah besar dan rata.

  1. Memiliki Nafsu Makan yangBaik

Paling tidak kita harus berkurban dengan hewan kurban yang standar yang harus memiliki berat badan yang ideal, tidak terlalu kurus, amakin utama adalag hewa kurban yang genuk. Oleh karena itu hewan kurban yang baik adalah sapi atau kambing yang memiliki nafsu makan baik dan terjaga . Pilihan baik lainnya adalah hewan tersebut adalah hewan yang yang lincah, matanya bersinar dan bulunya tidak kusam. Ciri lainya hewan yang sehat adalah kalau kita periksa hewan tersebut memiliki cuping hidungnya basah (bukan karena flu), bulunya bersih dan mengilap, napas dan detak jantung normal, nafsu makan normal, dan bersih.

Demikian Tips memilih hewan , baik sapi ataupun kambing untuk kurban yang baik sesuai sunnah. Tidak lain kita benar-benar memilih hewan kurban yang diajurkan oleh nabi dengan berharap ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT. Semoga kita tergolong umatnya yang shaleh-sahlehah sehingga kita dapat menyelenggarakan ibadah kurban dengan hal yag paling utama. Untuk kurban sapi, insyaallah kita menjual sapi dan kambing yang sehat dan ,gemuk sehingga mengikuti sunnah nab. Silahkan mengubungi saya via WA di 081395470921 (Ade)

sumber : https://rumaysho.com/ dan sumber lainnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*