Bagaimana Hukumnya Jika Kurban Sapi Dengan Patungan

Banyak pertanyaan seputar kurban, termasuk bagaimana hukumnya jika kita kurban sapi , tetapi dilakukan dengan cara patungan dengan saudara atau temen kerja. Terlebih lagi saat Idul Adha semakin dekat, karena keinginan berkurban sangat berhasrat.  Ya Idul adha adalah salah satu hari suci Umat Islam yang berkaitan dengan ibadah kurban. Ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW yang bernilai tinggi di mata Allah SWT.

Selain itu, pada hari itu merupakan hari dimana kebanyakan orang muslim bisa menikmati lezatnya daging hewan kurban. Bagi orang kaya mungkin merupakan sesuatu yang lumrah, namun hal ini sangat istimewa bagi orang yang kurang mampu. Bahkan, bisa jadi mereka hanya sekali dalam setahun makan daging.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan berkurban bagi orang muslim yang mampu. Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menyebutkan, terjadi perbedaan pendapat mengenai hukum berkurban. Ulama madzhab Syafi’i dan Maliki menghukuminya sunah muakkadah (sunnah yang sangat disarankan). Sementara madzhab Hanafi mewajibkan qurban bagi orang mampu serta menetap, dan tidak diwajibkan bagi musafir.

Kendati terdapat perbedaan pendapat, akan tetapi, yang terpenting mayoritas ulama sangat menganjurkan kita sebagai umat muslim untuk berkurban. Sebab di samping pelakunya mendapatkan pahala, kurban juga memiliki nilai implikasi sosial yang tiggi dapat memper erat tali persaudaraan diatara umat muslim.

Karenanya, hampir di seluruh daerah di Indonesia, pengurus masjid atau yayasan keagamaan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari para donator yang ingin berkurban.

Panitia kurban juga mempermudah jalannya bagi siapa saja yang ingin berkurban. Berkurban tidak harus sendiri, tetapi juga boleh patungan. Terutama untuk kurban sapi, kebanyakan masyarakat tidak mampu untuk membeli sapi sendiri. Mereka biasanya patungan beberapa orang untuk membelinya.

Memang sudah menjadi hal yang lumrah di beberapa masyarakat di daerah indonesia , namun yang menjadi pertanyaan disini adalah Apakah patungan kurban sapi ini diperbolehkan?

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan, mayoritas ulama memperbolehkan patungan kurban. Syaratnya, hewan yang dikurbankan adalah sapi dan jumlah maksimal orang yang patungan ialah tujuh orang. Berdasarkan persyaratan ini, patungan untuk kurban kambing tidak diperbolehkan dan lebih dari tujuh orang untuk kurban sapi juga tidak dibolehkan. Ibnu Qudamah menuliskan:

وتجزئ البدنة عن سبعة وكذلك البقرة وهذا قول أكثر أهل العلم

Artinya, “Kurban satu ekor unta ataupun sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan oleh mayoritas ulama.”

Sebagaimana dikutip Ibnu Qudamah, menurut Ahmad bin Hanbal, hanya Ibnu umar yang tidak membolehkannya. Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Kebanyakan ulama yang aku ketahui membolehkan patungan kurban kecuali Ibnu Umar.

” Pendapat Ibnu Qudamah di atas tidak jauh berbeda dengan An-Nawawi. Dalam pandangannya, patungan kurban sapi atau unta sebanyak tujuh orang dibolehkan, baik yang patungan itu bagian dari kelurganya maupun orang lain.

An-Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan:

يجوز أن يشترك سبعة في بدنة أو بقرة للتضحية سواء كانوا كلهم أهل بيت واحد أو متفرقين

Artinya, “Dibolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga maupun orang lain.

” Kebolehan patungan kurban ini memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi SAW. Sebagaimana yang tercatat dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Ibnu Abbas mengisahkan:

كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فحضر النحر فاشتركنا في البقرة عن سبعة

Artinya, “Kami pernah berpergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR Al-Hakim).

Jabir bin ‘Abdullah juga pernah mengisahkan:

كنا نتمتع مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعمرة، فنذبخ البقرة عن سبعة نشترك فيها

Artinya, “Kami pernah ikut haji tamattu’ (mendahulukan ‘umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang.” (HR Muslim).

Oleh karena itu dari beberapa pendapat yang telah disebutkan di atas, dan yang pasti dipertegas oleh hadits Nabi SAW, maka dapat disimpulkan bahwa secara syari’i bahwa patungan untuk membeli sapi dalam rangka ibadah kurban sangat diperbolehkan yaitu dengan mengacu syarat bahwa yang berkurban tidak lebih dari tujuh orang. Tetapi persoalan patungan berkurban ini hanya dikhususkan jika hewab kurbannya adalag sapi atau unta saja, sementara kambing ataupun domba hanya boleh untuk satu orang

Dari uraian di atas jelaslah bahwa berkurban sapi atau unta dengan cara patungan sangat diperbolehkan secara syar’i. Wallahu a’lam. Ingin berkurban secara syariah , silahkan hubungi kami di WA 081395470921

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/71040/hukum-patungan-kurban-sapi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*